Pagi menjelang bukan mentari yang menyambutku.
Tapi hujan yang gemercik yang terngiang di telingaku.
Kulihat mawar kini bukanlah tersenyum.
Ia menatapku gelisah karna diisi oleh tangisan langit.
Jika.
Langit menangisi apa yang dikumandangkan di bumi.
Atau mewakili tangisanmu karna kecewa padaku.
Maka kan ku coba menjadi arak awan putih.
Yang coba agar hanya aku saja yamg tertimpa cerau itu.
Maafkan aku.
Jika malam itu dapat kuputar lagi.
Badai semalam kan kucoba cegah.
Agar gema hujan deras tak terdengar oleh indra.
Agar kilat emas tak menyambar dunia ini.
Tapi.
Yang dapat kuawali tak bisa ku akhiri.
Gertak hujan telah basahi dunia ini.
Gemerciknya pun tlah menusuk hati.
Andai kau bisa mendengar kalbu yang kusuarakan.
Maafkan aku, kasih.
Kamis, 13 November 2014
Selasa, 11 November 2014
Kalam Malam Yang Dinanti
Kudengarkan rintih malam.
Bersama ringkikan jangkrik yang kelilingi rerumputan.
Dengan terangnya kunang" yang menyapa.
Menyapaku di dalam keheningan.
Bersama dingin yang menyengat ke dalam sukma.
Kadang apa yang kurasakan.
Tak dapat ku katakan sepenuhnya.
Dingin yang menghunus kini kunikmati.
Tapi aku tak mau sendiri.
Hanya seperti orang yang teriak nan mati.
Ingin ku coba desahkan.
Lagu rindu untukmu kasih agar kembali.
Buatku rasakan hangat dalam dekapanmu.
Pula bisikanmu akan arti cinta yang biru.
Aku ingin bisikan itu..
Walau kini ku nikmati kesendirian ini.
Yang dapat kudengarkan kini hanya gema sunyi.
Namun pasti ku tunggu kau kembali.
Agar kesenyapan ini menjadi kedamaian abadi.
Karna bersamamu kasih, aku tenang.
Bersama ringkikan jangkrik yang kelilingi rerumputan.
Dengan terangnya kunang" yang menyapa.
Menyapaku di dalam keheningan.
Bersama dingin yang menyengat ke dalam sukma.
Kadang apa yang kurasakan.
Tak dapat ku katakan sepenuhnya.
Dingin yang menghunus kini kunikmati.
Tapi aku tak mau sendiri.
Hanya seperti orang yang teriak nan mati.
Ingin ku coba desahkan.
Lagu rindu untukmu kasih agar kembali.
Buatku rasakan hangat dalam dekapanmu.
Pula bisikanmu akan arti cinta yang biru.
Aku ingin bisikan itu..
Walau kini ku nikmati kesendirian ini.
Yang dapat kudengarkan kini hanya gema sunyi.
Namun pasti ku tunggu kau kembali.
Agar kesenyapan ini menjadi kedamaian abadi.
Karna bersamamu kasih, aku tenang.
Minggu, 09 November 2014
Guguran Rindu
Kenangan yang masih ada kini.
Tetap ku genggam hingga angin kemarau.
Menghabiskan waktu kala penghujan.
Menitikan terik saat ku menantimu.
Aku mencoba..
Kala ku termenung.
Dan tetap berdiri walau hujan membasahi.
Dan embun membasuh segala hasratku.
Dalam hati inginkan kau kembali.
Temani ku menatap riakkan air yang memandangku.
Hari masih berlalu.
Kini ranting telah goyah meminta tuk jatuh.
Dan guguran daun mulai menimpaku.
Tapi tempat ini akan jadi saksi nantinya.
Kala semi coba pertemukan kita.
Kupercaya kau akan kembali padaku.
Tetap ku genggam hingga angin kemarau.
Menghabiskan waktu kala penghujan.
Menitikan terik saat ku menantimu.
Aku mencoba..
Kala ku termenung.
Dan tetap berdiri walau hujan membasahi.
Dan embun membasuh segala hasratku.
Dalam hati inginkan kau kembali.
Temani ku menatap riakkan air yang memandangku.
Hari masih berlalu.
Kini ranting telah goyah meminta tuk jatuh.
Dan guguran daun mulai menimpaku.
Tapi tempat ini akan jadi saksi nantinya.
Kala semi coba pertemukan kita.
Kupercaya kau akan kembali padaku.
Sabtu, 08 November 2014
Kisah Senja
Kini senja gantikan fajar.
Mengusik cahaya kegelapan.
Walau tak semua hilang.
Karna bintang tetap temaraminya.
Tuk lindungi hitamnya dunia.
Manisnya keindahan termakan buaian.
Menggulita kala jiwa tak teraba.
Apa daya manakala dosa merangkul.
Mengunci setiap indra yang ada.
Lepaskan borgol nista ini.
Yang mengunci semua celah gerak ini.
Mimpi masih memanggilku.
Dan mentari tetap menantiku.
Harapku..
Temukan permata di balik terik kesunyian.
Mengusik cahaya kegelapan.
Walau tak semua hilang.
Karna bintang tetap temaraminya.
Tuk lindungi hitamnya dunia.
Manisnya keindahan termakan buaian.
Menggulita kala jiwa tak teraba.
Apa daya manakala dosa merangkul.
Mengunci setiap indra yang ada.
Lepaskan borgol nista ini.
Yang mengunci semua celah gerak ini.
Mimpi masih memanggilku.
Dan mentari tetap menantiku.
Harapku..
Temukan permata di balik terik kesunyian.
Jual Batu Mulia
Maaf gan iklan lewat hee.
Dagangan saya nih kualitas bagus.
Dagangan saya nih kualitas bagus.
Maaf ya diluar dari hasil karya tulis gue.
Hehe, tapi bisnis mesti jalan bro.
Entah tempat ini tepat atau nggak.
Ya dicoba dulu lah hee.
Kiri ke kanan ya mulai dari pojok atas :
1. Oksidian dengan batang perak.
2. Batu Australia.
3. Sitrin brazil dengan batang perak.
4. Kinyang air.
5. Phirus persia gerat hitam.
Hehe, tapi bisnis mesti jalan bro.
Entah tempat ini tepat atau nggak.
Ya dicoba dulu lah hee.
Kiri ke kanan ya mulai dari pojok atas :
1. Oksidian dengan batang perak.
2. Batu Australia.
3. Sitrin brazil dengan batang perak.
4. Kinyang air.
5. Phirus persia gerat hitam.
(pojok kiri bawah.)
6. Jamrud ring mini dengan batang perak.
7. Kalimaya teh dengan batang perak.
8. Batu Australia (lagi)
9. Batu Safir selon.
6. Jamrud ring mini dengan batang perak.
7. Kalimaya teh dengan batang perak.
8. Batu Australia (lagi)
9. Batu Safir selon.
10. Safir dengan batang perak.
Jika berminat.
Bisa hubungi saya.
Lokasi saya sekarang di Cibiru, Bandung.
Hub :
Hp : 085722143270
Pin : 7D76E6B7
Terima kasih sebelumya. :)
Jika berminat.
Bisa hubungi saya.
Lokasi saya sekarang di Cibiru, Bandung.
Hub :
Hp : 085722143270
Pin : 7D76E6B7
Terima kasih sebelumya. :)
Jumat, 07 November 2014
Semesta Berkalbu Kasih
Pernah ku angani ucapanmu.
Kala malam kau hembus rindu pelangi.
Sudah kutau kau takkan mampu.
Membohongi alam yang menyaksikan cinta kita.
Aku tak marah padamu, kasih..
Biarkan kubuka mataku.
Agar ku mampu menatap guguran daun.
Dengan sepasang burung, bersamamu.
Karna denganmu aku sempurna.
Ciptaan sang alam lengkapi kisah kita.
Memantau perjalanan cinta kita yang abadi.
Takkan ku biarkan malam ini pergi.
Takkan kubiarkan gugus sakura mati.
Pula takkan ku ingin melewatkannya.
Batas waktu sampai pagi.
Melukis biru di bumi, bersamamu.
Sisa" gugusan galaksi di atas langit.
Bimasakti yang menjulang mengudara.
Kini tlah memudar kasih.
Kita sudahi malam ini.
Sambut mentari senja yang mulai kembali.
Sampai akhir nanti.
Bersama alam semesta yang memegang sumpahku.
Aku slalu mencintaimu..
Sampai ku kembali pada alamku lagi.
Clara, I Loving You Always..
#DuetPuisi
Kala malam kau hembus rindu pelangi.
Sudah kutau kau takkan mampu.
Membohongi alam yang menyaksikan cinta kita.
Aku tak marah padamu, kasih..
Biarkan kubuka mataku.
Agar ku mampu menatap guguran daun.
Dengan sepasang burung, bersamamu.
Karna denganmu aku sempurna.
Ciptaan sang alam lengkapi kisah kita.
Memantau perjalanan cinta kita yang abadi.
Takkan ku biarkan malam ini pergi.
Takkan kubiarkan gugus sakura mati.
Pula takkan ku ingin melewatkannya.
Batas waktu sampai pagi.
Melukis biru di bumi, bersamamu.
Sisa" gugusan galaksi di atas langit.
Bimasakti yang menjulang mengudara.
Kini tlah memudar kasih.
Kita sudahi malam ini.
Sambut mentari senja yang mulai kembali.
Sampai akhir nanti.
Bersama alam semesta yang memegang sumpahku.
Aku slalu mencintaimu..
Sampai ku kembali pada alamku lagi.
Clara, I Loving You Always..
#DuetPuisi
Kamis, 06 November 2014
Green Love
Hembusan angin menggema.
Rumput hijaunya melambai.
Terhirup syahdu sang nirwana.
Indahnya alamku yang permai nan asri.
Mengisi bumi yang melukisnya.
Hanya dalam kedipan mata.
Merayap inginku tuk lindunginya.
Hanya dengan jentikan jari.
Melesat anganku tuk mengisinya.
Hanya itu yang ku mampu.
Mengisi harap mencintainya.
Bilamana ruangmu kosong.
Ubah aku agar dapat mengisinya.
Bahkan bila kau terkoyak.
Izinkan aku menjadi akarnya.
Kehidupanmu adalah segalanya.
Segala hal yang menghidupiku.
You're my love, my Green Love..
Rumput hijaunya melambai.
Terhirup syahdu sang nirwana.
Indahnya alamku yang permai nan asri.
Mengisi bumi yang melukisnya.
Hanya dalam kedipan mata.
Merayap inginku tuk lindunginya.
Hanya dengan jentikan jari.
Melesat anganku tuk mengisinya.
Hanya itu yang ku mampu.
Mengisi harap mencintainya.
Bilamana ruangmu kosong.
Ubah aku agar dapat mengisinya.
Bahkan bila kau terkoyak.
Izinkan aku menjadi akarnya.
Kehidupanmu adalah segalanya.
Segala hal yang menghidupiku.
You're my love, my Green Love..
Rabu, 05 November 2014
Kekasih Petaka
Apa yang kau tahu.
Tentang yang ku rasa.
Duri tertancap di hati.
Sementara..
Kau memperdalamnya.
Kau hadir dalam hidupku.
Seakan datang petaka bagiku.
Hanya kau.
Yang bisa memberi perih.
Tanpa dapat kuobati lagi.
Kurasakan cintamu.
Bukanlah cinta yang kuharapkan.
Bagai tegukan arak pahit.
Yang hanya memabukkan.
Tapi mematikan kalbuku.
Andai kau menjadiku.
Apa kau mampu sepertiku.
Yang tetap tegar walau terantuk.
Terguling dan terpental kembali.
Namun ku dapat berdiri lagi.
Walau airmata mengering.
Kau takkan pernah pahamiku.
Tak pernah tau perasaanku.
Pergilah, kekasih petakaku.
Karna, dg mengenalmu.
Hatiku tak mengenal dunia yang indah.
Peduliku terbuang.
Rasa kasihku teracuhkan.
Dan cinta tlah hancur.
Jangan pernah kembali, kasih..
Tentang yang ku rasa.
Duri tertancap di hati.
Sementara..
Kau memperdalamnya.
Kau hadir dalam hidupku.
Seakan datang petaka bagiku.
Hanya kau.
Yang bisa memberi perih.
Tanpa dapat kuobati lagi.
Kurasakan cintamu.
Bukanlah cinta yang kuharapkan.
Bagai tegukan arak pahit.
Yang hanya memabukkan.
Tapi mematikan kalbuku.
Andai kau menjadiku.
Apa kau mampu sepertiku.
Yang tetap tegar walau terantuk.
Terguling dan terpental kembali.
Namun ku dapat berdiri lagi.
Walau airmata mengering.
Kau takkan pernah pahamiku.
Tak pernah tau perasaanku.
Pergilah, kekasih petakaku.
Karna, dg mengenalmu.
Hatiku tak mengenal dunia yang indah.
Peduliku terbuang.
Rasa kasihku teracuhkan.
Dan cinta tlah hancur.
Jangan pernah kembali, kasih..
Selasa, 04 November 2014
Takdir Cinta
Merasakan cinta dengan segala getarannya.
Merupakan anugrah indah yang tak terduga.
Relung rindu bercampur hasrat yang memadu.
Selimuti lekuk kalbu yang satukan kita.
Sayangku..
Cintamu adalah sebagian jiwaku.
Terpasang di rusukku yang kutititpkan bersama ragamu.
Kau Hawa ku.
Sayang ini tak terhalau jarak dan waktu.
Bila..
Jarak jauhkan kita.
Maka matahari dan rembulan pertemukan kita.
Bila.
Waktu pisahkan kita.
Maka perdetiknya pikiran kita bayangkan hal yang sama.
Penyatuan cinta ini adalah takdir, Sayang..
Aku slalu mencintaimu dengan segenap jiwaku.
Selamanya..
Merupakan anugrah indah yang tak terduga.
Relung rindu bercampur hasrat yang memadu.
Selimuti lekuk kalbu yang satukan kita.
Sayangku..
Cintamu adalah sebagian jiwaku.
Terpasang di rusukku yang kutititpkan bersama ragamu.
Kau Hawa ku.
Sayang ini tak terhalau jarak dan waktu.
Bila..
Jarak jauhkan kita.
Maka matahari dan rembulan pertemukan kita.
Bila.
Waktu pisahkan kita.
Maka perdetiknya pikiran kita bayangkan hal yang sama.
Penyatuan cinta ini adalah takdir, Sayang..
Aku slalu mencintaimu dengan segenap jiwaku.
Selamanya..
Syukuri Cinta
Dinda....
Walau cintaku sedalam palung.
Yang tak ada batasnya.
Dan ku terjebak di dalamnya.
Aku akan tetap sadar.
Kalau Tuhan lah yang temukan kita.
Aku bersyukur akan kamu.
Dipertemukannya kasih sayang kita.
Yang tak pernah kutemui sebelumnya.
Dan Tuhan jadikanmu.
Sebagai pendamping sisa hidupku.
Dunia yang kini berlontar senyum.
Kala jemariku mulai mengisi ruang jemarimu.
Bersama genggaman tangan dan senyuman.
Dan...
Cincin emas kalungi kisah cinta kita.
Tuhan sayang kita, dinda..
Aku bersyukur, kau Cintaku..
Walau cintaku sedalam palung.
Yang tak ada batasnya.
Dan ku terjebak di dalamnya.
Aku akan tetap sadar.
Kalau Tuhan lah yang temukan kita.
Aku bersyukur akan kamu.
Dipertemukannya kasih sayang kita.
Yang tak pernah kutemui sebelumnya.
Dan Tuhan jadikanmu.
Sebagai pendamping sisa hidupku.
Dunia yang kini berlontar senyum.
Kala jemariku mulai mengisi ruang jemarimu.
Bersama genggaman tangan dan senyuman.
Dan...
Cincin emas kalungi kisah cinta kita.
Tuhan sayang kita, dinda..
Aku bersyukur, kau Cintaku..
Langganan:
Postingan (Atom)
