Kamis, 19 November 2015

Menjerakan Diri Berhadap Cinta

Siapakah pembuat luka yang dalam ini...
Menusukkan benda tajam dengan sekuat yang ia mampu
Memperdalamnya lagi sampai mati rasa yang terasa
Memejamkan mata tanpa cahaya yang seharusnya cahayai kelopak
Hingga nafas pun berhenti pada akhirnya..

Sajak yang kulebihkan namun rasanya hal serupa teralami
Buatku mati tanpa merasakan sekarat...
Aku tak bisa menerimanya walau telah terjadi
Memilihnya dan membuat harapan yang ku ambang tinggi
Hancur lebur berkeping...

Rasanya...
Ingin kubunuh orang yang mebuatmu menjadi jalang
Atau membunuhmu setelah kau membunuhku dengan sekali mati
Tak bisa lagi kutentukan..
Terlalu banyak pertimbangan untuk menghancurkan sesuatu
Setelah diriku hancur...

Wahai dewa cinta yang pemujamu selalu agungkan dirimu
Wahai busur dan panah cinta yang melesat tepat selalu akan sasaran
Apakah aku telah salah..
Atau teori dan praktisimu yang mendoktrinku untuk percaya
Bahwa cinta sejati adalah dimana dirimu merasa nyaman?

Jika iya..
Tunjukkanlah cinta sejati yang kau sabda kan pada fana
Agar pemujamu tau..
Bahwa cinta tetaplah hal yang mereka tau, suci putih dan abadi..
Jika tidak..
Tega nian kau buat angkara dimana mereka mengagungkanmu diatas kepalanya
Mempercayai semua yang kau sabdakan
Membuatnya membusuk sampai mati tetap mempercayainya
Termasuk diriku kini di dalamnya..

Jangan biarkan aku tak mempercayai cinta
Atau cinta lah yang membuatku tak mempercayai rasa yang kadang ku rasakan
Yaitu detik detik terakhir sebelum kehancuranku
Atau aku akan merubah drastis kehidupanku dengan prinsip berputar
Merusak sistem cinta..
Bahwa untuk hidup bersama kekasih yang nanti kau miliki.. lagi

Tak perlukan lagi “Cinta” di dalamnya

Pasti Bahagia

Hai masa depan..
Kau bilang padaku bahwa hidupku akan bahagia
Di atas semua kebahagian orang lain pula di saat yang sama
Biarkan senyum ini merekah..
Melihat kebahagiaan mereka sebagai sebab ku bahagia

Tawa demi tawa terkumandang
Menghias langit cipta miliknya yang semakin bercahaya
Disaat musim semi yang semakin hijau dan terasa sangat hidup
Karna dendangan alam menyertai..
Bersyukur atas kedamaian yang kau berikan

Hai masa depan..
Aku tetap mempercayaimu sebagai akhir kisah hidupku yang jenuh ini
Masih kunikmati pahit yang harus dilewati
Akan tetap ku bertahan bersama senyum yang kupasang di raut wajah ini
Menantimu...
Tanpa sedikitpun meneteskan air mata kesedihan karna keluhan
Hanya cerita manis yang akan menjadi akhir hidupku
Karna ku yakin aku akan bahagia dan pasti bahagia, sampai aku menemuinya

Walau waktu tak bisa mempercepatnya
Tapi penantianku adalah rumus yang tak bisa tak kau penuhi..

Aku pasti bahagia.. J

Tak Bisa Tanpamu

Selama...
Aku tak mampu menjangkaumu di ketinggian
Kau terbang ke langit ketujuh dengan sayap putihmu
Memaksaku menengadahkan wajah ke udara
Seraya melihatmu bersama cahaya yang pergi
Akankah ku mampu bila tanpamu..

Satu pekan kau tak disisiku..
Serasa mati hati ini dan tak mungkin terisi lagi
Bukan karna ku tak bisa membuka pintu ini untuk orang yg memaksanya terbuka
Hanya saja...
Hati ini hanya menerimamu sampai akhir hidupnya

Akankah kau tega, terus membiarkanku
Menaruh harap di sepanjang waktu sampai aku tak lagi rasakan sejuknya dunia
Menaruh upaya kedatanganmu lagi
Mengepakkan sayap, menghampiriku di depan wajah ini
Sehingga..
Ku mampu bertahan di atas dunia yang mulai gelap tanpamu

Aku hilang arah
Aku tersesat tanpa nur yang menerangi arah tujuanku
Menuju titik dimana aku tetap harus menemuimu
Karna tak mungkin ku mencari kehidupan yang tiada dirimu
Karna aku tercipta untukmu..


Rabu, 18 November 2015

Mengubur Pilihan

Kala manusia tak lagi melihat dirinya utuh
Menduakan diri demi tujuan yang semu
Mengubah semua angkara yang membuatnya menjadi petaka
Laun lambat, memisahkan diri nya dengan yang asli
Demi kebohongan yang ia buat

Bukan salah orang yang membawa cerita
Salah lagi jika tuduhkan mata yang bertampak
Perihal diri yang goyah akan zaman
Patut lagi tertuding tumpu masalah

Usai pula cerita dini hingga buntu
Merambat pada penyesalan kembali
Tak lagi air mata terteteskan
Dunia pun tak lagi dengar cakap bibirmu jua

Rindu akan masa lalu
Hantui kalbu yang mengkelam hitam
Mendamba kurva yang kini menggelap abu merabunkan
Makin hari makin tak tampak

Kembali lagi pada cahaya
Karna dua jalan memutus jalan hidup
Putuskan jika tak inginkan tertinggal
Atau menenggelamimu di tempat pada pijakan yang menghisap
Menguburmu di kehancuran..

Puan.. Kekasih Hujan

Ya..berjuta-juta tahun sudah terbiasa terjatuh
Kurasa ia tidak bercanda
Kurasa dirinya tidak melawan
Tunduk atas perintah Mikail
Membawa satu makna yang bisa berubah menjadi sejuta arti
Ia yang diharapkan banyak orang
Ia yang membawa kebahagiaan, membawa keberkahan
Membasahi ladang hijau sumber rezeki
Kedatangannya disambut sejagat raya
Iya dia HUJAN

Namun berbeda dengan puan
Puan hanya manusia biasa. Bisa tertawa, bisa menangis
Bisa pura-pura tertawa, bisa menangis diam-diam
Butuh didengar selain mendengar

Dengan senja yang sama, mentari yang sama
Langit yang sama, rasa yang sama
“Tuan dan puan hanya sedang.…”
Tuan perlu tahu, bahwa bagi puan tuan adalah prioritas utama puan
Dan puan bukan apa-apa untuk tuan

Walau yang puan rasa keputusan terbaik adalah ini
Jangan diikat, biarkan. Puan punya cara sendiri untuk bertahan
Yang puan harap tuan bahagia sekarang dan seterusnya
Sehat untuk sekarang hingga selamanya

Sekarang tuan jauh tidak berjarak
Tuan hilang tanpa jejak
Puan tidak menyesal, karna puan tahu rasa tak kenal sopan santun
Datang seenaknya, kapan saja dan dimana saja
Lalu pergi semaunya
Kalau saja waktu bisa diulang…
Kesedihan dan kerinduan ini selalu menjadi bumerang
Bu-me-rang!

Namun puan bersyukur karna sekarang hujan telah menyambut
Hujan yang membawa kedamaian
Hujan yang menutupi kesedihan
Walau puan masih merindu tuan bak hujan yang merindukan setiap tetesan airnya


Courtesy : Dinda Maulina Putri


Sabtu, 07 November 2015

With You

Dibalik elok senyum manismu
Dipita merah, diurai panjang helai rambutmu
Dengan poni menutupi
Dan mata menutup melingkar sembari tersenyum indah
Mengagumnkanku..


Tak bisa ku artikan
Apa arti cantiknya seorang bidadari
Jika disandingkan denganmu
Malaikat tercantik pencuri hati ini

Tak perlu sayap tuk anggap betapa anggun
Tak perlu mahkota tuk hias megahmu
Duplikat surga pada senyumanmu
Sudah cukup membuat iri alam semesta

Dirindung akan perasaan ini
Untuk melindungimu pun tak perlu kau berkata
Sejatinya hidup ini telah jadi milikmu
Bersamamu, tanpa meninggalkanmu selamanya

Tak akan pernah ada yang bisa
Membuat menangis bersedih durja
Menodai, melukai dan menyakiti hatimu
Aku slalu ada jikala kau butuhkan raga dan jiwa ini
Sampai takdir ini menjanjikan dunia
Sebagai saksi cintaku padamu sampai akhir waktu

Jumat, 06 November 2015

Random Quote #1


  • Apa yang biasa kau lakukan adalah gambaran kita di masa depan ( Bp. Mada - Dosen Mekanika )
  • Jika kamu menuliskan seribu impianmu di kertas, dan kamu menaruh harapan di kertas itu. Niscaya semua itu akan terwujud karna tidak pernah ada apapun yang tidak mungkin.
  • Setiap harinya kau memandangi orang orang yang melewatimu, bertatapan wajah dan kadang berbagi senyuman. Bahagia itu sederhana, namun seringkali kita tidak menyadarinya.
  • Sebenarnya pintu hatimu adalah prioritas utama yang sangat ingin sekali ku tembus sebelum membuat kisah indah dan cerita cinta kala bersama. Namun apa daya pintu itu kau kunci dengan kuat sehingga dirimu memaksaku untuk mundur.
  • Seringkali kita mengeluh akan keadaan, tapi apa hal yang baik dari mengeluh? Sebenarnya keadaan lah yang mengeluh akan kamu. Kapankah kau merubah diri dan sikapmu wahai pengeluh?
  • Aku akan mengejar apapun yang kumau sampai ke ujung dunia, namun apa daya dunia itu bulat dan tak memiliki ujung. Maka apa dayaku yang hanya mampu mengejar apa yang kumau sampai ajal menjemputku.
  • Mumpung masih muda, bekerjalah dengan keras, bercapek capeklah, buat tenagamu terkuras, dan jangan pernah mengeluh. Dan jangan menganggap dirimu sebagai pemuda atau pemudi jika kau tak pernah melakukan apapun yang berguna baik untuk dirimu maupun orang lain.
  • Hidup itu hanya sekali dan tak bisa diulang, maka jalani hidup se apa adanya kamu. Tanpa pengaruh sedikitpun dari perkataan orang lain. 
  •  I wanna Hey On My Everyday. Walking on My Way. So What They Say!! The Fuck They Say!! ( Steve and The Coconuts - What The Fuck They Say )
  • Jika kau berubah hanya demi seseorang yang kau hargai, maka orang lain yang dulu selalu menyayangimu akan melihat perubahanmu dan melihat dirimu bukanlah orang yang selama ini mereka kenal. Dan mereka hilang meninggalkanmu. 

Kamis, 05 November 2015

Gema Penghancur!

Terlihat beberapa tiang pendek
Dengan lubang kecil yang dikuak
Memaksanya agar melengkingkan suara
Denah paksa kerak tegar..

Terpasang tiang diatas bebatuan
Dimana dasarnya bergelombang
Tak beratur pijakan, sehingga
Siapa yang berpijak, adalah yang rubuh

Berlindung pohon di tempat yang sama
Dinaungi daun dan bunga berduri
Menggugurkan dirinya secara perlahan
Dan perlahan pula ia akan menjatuhimu

Biarkan tumbuhan tetap berdiri
Disamping bebatuan yang bertanah humus
Indah mekar berbunga nan wangi
Dan jika engkau mendekatinya
Ia akan mati..

Kami bukanlah parasit yang dipamrih
Bukan pula pengemis yang bergantung
Generasi Kehidupan layak kami kenakan
Berikanlah kami harapan
Tanpa siapapun noda yang mengusik
Maka.. Pergilah wahai gema penghancur!!

Sunset - Jangan Pergi (Lyrics)

Berikan sisa waktumu
Untuk lihat cintaku
Yang tulus kepadamu

Sebelum kau pergi jauh
Izinkan ku memelukmu
Biarkan hatiku tersenyum slalu untukmu

Biarkan kan kusimpan semua
Kenangan dan cerita kita
Yang slama ini kita jalani berdua

Andaikan detik dapat berhenti
Ku kan habiskan waktu untuk memeluk kamu
Biar engkau tau, tulusnya hatiku padamu

Andaikan hidup dapat terulang lagi
Kujaga cinta sampai ku mati
Ku takkan biarkan, Kau pergi..

Song lyrics :
Sunset - Jangan Pergi

Senin, 02 November 2015

Kisah Kapal Tua

Melayarkan kapal dibalik nakhoda
Bersemayam di lautan mati tanpa teriakan para awak
Teruslah berputar roda kayu pengendali
Atau kisahmu berhenti dilahap ombak pasang

Sapuan kuat tetap menyapu di tiap sisi kayu tua
Menggulirkan hujaman kuat, merusak tiap tinjuannya
Dimana tengkorak tua berserak di setiap sudut kayu yang rapuh
Diantara seragam perompak lusuh nan tua

Tetaplah berlayar wahai koyakan kayu tua yang semakin terpencar
Yang digerakkan tusukan udara dan gulungan ombak malam
Merusak setiap sudut diantara dua selat yang mengapit
Mencari celah dengan antukan keras, berharap akan pelabuhan yang terakhir

Detik detik terakhir menuju ketiadaan
Gertakan suara kayu tetap terdengar disapu ombak sang biru
Menggerus keras dengan pasir, bersama hancurnya alas
Berakhir dengan hancurnya si kapal tua yang koyak

Nakhoda pun turun dari kapalnya..
Melabuhkan kapal tua bersama

Tersenyumnya para jiwa awak yang telah tiada
Dan berakhirnya kisah sang kapal tua