Rabu, 18 November 2015

Puan.. Kekasih Hujan

Ya..berjuta-juta tahun sudah terbiasa terjatuh
Kurasa ia tidak bercanda
Kurasa dirinya tidak melawan
Tunduk atas perintah Mikail
Membawa satu makna yang bisa berubah menjadi sejuta arti
Ia yang diharapkan banyak orang
Ia yang membawa kebahagiaan, membawa keberkahan
Membasahi ladang hijau sumber rezeki
Kedatangannya disambut sejagat raya
Iya dia HUJAN

Namun berbeda dengan puan
Puan hanya manusia biasa. Bisa tertawa, bisa menangis
Bisa pura-pura tertawa, bisa menangis diam-diam
Butuh didengar selain mendengar

Dengan senja yang sama, mentari yang sama
Langit yang sama, rasa yang sama
“Tuan dan puan hanya sedang.…”
Tuan perlu tahu, bahwa bagi puan tuan adalah prioritas utama puan
Dan puan bukan apa-apa untuk tuan

Walau yang puan rasa keputusan terbaik adalah ini
Jangan diikat, biarkan. Puan punya cara sendiri untuk bertahan
Yang puan harap tuan bahagia sekarang dan seterusnya
Sehat untuk sekarang hingga selamanya

Sekarang tuan jauh tidak berjarak
Tuan hilang tanpa jejak
Puan tidak menyesal, karna puan tahu rasa tak kenal sopan santun
Datang seenaknya, kapan saja dan dimana saja
Lalu pergi semaunya
Kalau saja waktu bisa diulang…
Kesedihan dan kerinduan ini selalu menjadi bumerang
Bu-me-rang!

Namun puan bersyukur karna sekarang hujan telah menyambut
Hujan yang membawa kedamaian
Hujan yang menutupi kesedihan
Walau puan masih merindu tuan bak hujan yang merindukan setiap tetesan airnya


Courtesy : Dinda Maulina Putri


Tidak ada komentar:

Posting Komentar