Minggu, 16 Oktober 2016

Zero Fucking Fighter



Kurasakan lampau
Jalan yang telah arung dengan telapak yang menolak gopah
Telusuri gema raungan guntur dengan tegar menatap mengudara
Tentu saja kita tau yang ditarung adalah apa
Dengan genap hati terpa niat mundur dan lajukan langkah per langkah teratur
Susuri yang tak pernah terduga, yang tak pernah dicugak

Kucurkan laut asin yang seringai alir dalam pelupuk
Kemarau menusuk kerak kerongkong yang tak berlendir lagi
Getir luka pedih yang terbuka tak lagi terasa, bukan karna kebal sanggup
Tentu karnakan derita yang tlah lengkapi jalan neraka ini
Neraka yang melahirkan petarung disaat kiamat menjemput

Sssst diamlah
Perbandingan kasta nista dan kasta munafik tak perlulah terjadi
Tak perlu debat kusir, dunia mana yang ideal bagi kaum pemuja iblis
Malulah pada dunia yang menertawakan isinya terbahak
Bagaimana membuat segala sesuatu menjadi sempurna, tanpa campur tangan pencipta
Berharap sekalikah kaum evolusi mani menjadi makhluk abadi?

Hai kaum yang mengikuti paham matematis dan khayal
Pahamilah bahwa sekedar bayang dan mengangguk bukanlah hal benar
Jangan tuai kata problema menjadi sukar tuk dicerna
Bangun dan gali terowongan diri tuk temukan yang benar mutlak sejati
Persetan periblis pergoblok yang setuju dengan paham yang tak bisa dibuktikan
Hal dari 0 lah yang mungkin bisa menyelamatkan dunia titipan penciptamu
Yang bahagia, yang tak lama lagi kembali ke sang pencipta