Senin, 26 Oktober 2015

Menanti Kelabu

Kelabu..
Rasa rindu dipelung haru
Dan masih belum ada yang mencuri ruang kosong ini
Pilu yang masih terasa manakala
Hati meratapi akan lubang yang kini tak berisi

Namun..
Sepintas bayang melintas di hadapan kalbu
Memilin bibirnya, dengan simpul yg manis
Degup jantung tak kurasa, tak sempat ku bernafas
Karna waktu seakan berhenti
Manakala bayang itu adalah kelabuku..

Takkan pernah kulupakan
Takkan kulewati malam yang buatku tertegun ini
Bukan hanya naungan lampu jalan
Namun cahaya rembulan yang ada di atas lampu jalan
Menyaksikanmu bersama denganku
Menyaksikanmu..

Biarkan aku mencoba
Dan akan selalu mencoba
Sebelum kau hilang, sebelum kau meninggalkan
Biarkan aku bersamamu
Biarkan aku menantimu kembali
Biarkan kau menjadi kelabuku..
Dirimu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar