Sabtu, 31 Oktober 2015

Curahan Mata Air

Dengan meratapi derasnya sungai berlinang
Ia tetap menjalaninya dengan tenang, kita hanya tahu itu
Namun sebenarnya ia tak pernah bahagia
Ia hanya cukup terdiam dan mengalirkan butiran air mata yang ia pendam
Ia hanya bisa mensimbolkannya dengan mata air yang ia bendung
Ia hanya menutupinya.. Kesedihannya..

Ia tak menyukai kala
Seorang insan menatap bercermin padanya menampakkan kesedihan
Ia sudah cukup bersedih, dan harus menatap kesedihan lagi
Walau, ia tak pernah berharap mendapat simpati dan belasmu
Karna ia tahu, ia hanya cukup menyadari
Bahwa ia lah acuan agar semua tetap menjalani apapun yang ia lalui
Yang sebenarnya berbeda dengan apa yang ia rasakan

Namun, ia cukup bertahan
Ia bisa melakukannya sendiri tanpa perlu bantuan
Bantuan pun hanya cukup untuk menghambat tujuannya
Ia cukup mewakili kesedihan yang digentarkan dunia
Bahkan, ia bermohon kepada Tuhan
Agar cukup ia yang bersedih untuk mewakili kesedihan dunia ini
Karna ia tak pernah ingin dunia tak tersenyum

Namun..
Ia akan bersedih bahagia ketika dunia tersenyum pula
Tersenyum maha indah walau ia tak pernah menampakannya
Menutupi segala apa yang ia rasakan, bahkan itu bahagia sekalipun
Maka berjanjilah, jangan pernah teteskan air matamu setetespun
Kecuali.. Kau bersedih bahagia bersama nya..
Bersama ia.. Bejanji bersama mata air yang bersedih bahagia.. :') :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar